Infrastruktur Jalan Kubar–Mahulu Dipacu, Ekti Imanuel Tegaskan Komitmen DPRD Kaltim
Portalkaltim.com, Samarinda – Pembangunan jalan sebagai tulang punggung infrastruktur dasar memiliki peran vital dalam membuka isolasi wilayah pedalaman seperti Mahakam Ulu. Dengan memperlancar akses antarwilayah, jalan bukan hanya menghubungkan satu titik ke titik lainnya, tetapi juga menjadi penggerak utama bagi pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pelayanan publik. Hal ini tercermin dalam kunjungan kerja Wakil Ketua DPRD Kaltim, Ekti Imanuel, ke proyek Jalan Penghubung Tering–Ujoh Bilang I dan II pada Selasa (20/05).
Dalam kesempatan tersebut, Ekti didampingi oleh anggota DPRD Kaltim lainnya, Baharuddin Muin dan Abdul Rakhman Bolong, serta perwakilan dari Dinas PUPR-PERA dan Dinas Perhubungan Provinsi Kaltim. Kunjungan ini bukan hanya bentuk pengawasan politik, tetapi juga implementasi fungsi legislasi yang menyentuh aspek teknis pembangunan di daerah yang berbatasan langsung dengan negara tetangga.
“Hari ini luar biasa perjalanan kita dari Kubar ke Mahulu, sekaligus monitoring terkait dengan jalan Tering–Ujoh Bilang Segmen I dan Bidang II,” ujar Ekti Imanuel.
Proyek pembangunan jalan Tering–Ujoh Bilang sendiri merupakan bagian dari strategi jangka panjang Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dalam memperkuat konektivitas antardaerah. Secara teknis, Ekti menyebutkan bahwa untuk tahun 2025 direncanakan pengerjaan jalan sepanjang 8 kilometer dengan sistem pengecoran, terbagi dalam dua segmen masing-masing 4 kilometer.
“Segmen 1 sepanjang 4 kilometer dan segmen 2 juga 4 kilometer, jadi ada 8 kilometer yang akan dikerjakan di tahun 2025 untuk pengecoran badan jalannya,” jelas Ekti.
Ekti juga menekankan pentingnya proses tender yang transparan dan profesional agar hasil pekerjaan tidak mengecewakan.
“Harapan kita, kontraktor yang menang nanti tentu yang bagus, bertanggung jawab. Karena harapan kita jalan Kubar–Mahulu ini selesai sesuai target Gubernur Kaltim, yakni tahun 2028–2029,” tegasnya.
Dalam konteks pembangunan berkelanjutan, konektivitas jalan semacam ini menjadi solusi jangka panjang untuk mengatasi ketimpangan antarwilayah. Akses jalan yang memadai akan mempercepat pergerakan barang dan manusia, memperluas akses pendidikan, serta membuka peluang investasi lokal yang sebelumnya sulit dijangkau.
Dengan komitmen kuat dari DPRD Kaltim melalui figur Ekti Imanuel, proyek jalan Kubar–Mahulu bukan hanya sekadar infrastruktur fisik, melainkan simbol kehadiran negara hingga ke pelosok. Pembangunan jalan ini membawa harapan baru bagi masyarakat Mahulu agar tidak lagi merasa terpinggirkan dalam proses pembangunan nasional.










