Kutai Timur Siap Jadi Model Nasional Ruang Ramah Anak

Menteri PPPA Arifah Fauzi bersama jajaran Pemkab Kutim

Portalkaltim.com, Kutai Timur – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur menyatakan kesiapannya menjadi model nasional dalam pengembangan ruang bersama ramah anak di Indonesia.

Hal ini disampaikan Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman saat mendampingi Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi, dalam peresmian Ruang Bermain Ramah Anak di kawasan Town Hall Swarga Bara, Kecamatan Sangatta Utara, Selasa (13/5/2025).

Ruang Bermain Ramah Anak Town Hall Swarga Bara, Sangatta Utara, Kutai Timur
Ruang Bermain Ramah Anak Town Hall Swarga Bara, Sangatta Utara, Kutai Timur

Ardiansyah mengungkapkan bahwa Kutai Timur telah lama menanti kunjungan perdana sang Menteri pascapelantikan.

“Kami sudah siapkan segalanya sejak ajudan Ibu Menteri menyampaikan rencana kunjungan tiga hari setelah pelantikan. Alhamdulillah hari ini Ibu benar-benar hadir,” katanya.

Ia menekankan bahwa Kutai Timur telah memulai langkah-langkah konkret mendukung ruang ramah anak, termasuk menggratiskan pendidikan dari PAUD hingga SMP sejak tahun 2012.

Pemerintah juga menyediakan perlengkapan sekolah lengkap, dari seragam, sepatu, tas, hingga fasilitas IT bagi siswa.

“Di Kutai Timur tidak ada lagi pungutan bagi peserta didik. Ini bagian dari komitmen kami menciptakan lingkungan belajar yang layak,” ujar Ardiansyah.

Ia menambahkan, pemerintah juga telah menyekolahkan ratusan guru PAUD agar dapat mengajar dengan kualifikasi yang sesuai.

Tak hanya di sektor pendidikan, Pemkab Kutim juga menyiapkan ruang publik yang ramah bagi anak. Kawasan Town Hall yang diresmikan merupakan bagian dari perumahan PT Kaltim Prima Coal (KPC), namun terbuka untuk masyarakat umum.

“Ruang bermain ini bukan hanya untuk anak perusahaan, tapi juga masyarakat sekitar. Ini wujud kolaborasi lintas sektor,” ungkapnya.

Ardiansyah menjelaskan bahwa program ruang terbuka hijau juga telah dimasukkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Kutai Timur, dan akan direalisasikan di berbagai kecamatan serta desa mulai tahun ini.

“Semua ini kami siapkan sebagai dukungan terhadap program Kementerian PPPA dan visi besar Indonesia Emas 2045,” tegasnya.

Sebagai informasi, Kutai Timur berdiri sejak 12 Oktober 1999 dan kini memiliki 18 kecamatan dengan jumlah penduduk sekitar 430 ribu jiwa. Wilayah ini juga merupakan salah satu daerah tujuan transmigrasi sejak era 1980-an, dengan komposisi warga Jawa mencapai 33 persen. (SH)

Loading