Penantian Lama Berbuah Manis, DTPHP Kutim Dapat Bantuan Alsintan

Kepala DTPHP Kutim Dyah Rataningrum saat menyampaikan sambutan serah terima alat modern

Portalkaltim.com, Kutai Timur — Kerja keras yang selama ini dilakukan oleh Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Dyah Ratnaningrum akhirnya membuahkan hasil manis.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur (Kutim) melalui DTPHP akhirnya berhasil memperoleh bantuan alat dan mesin pertanian modern senilai Rp15 miliar dari Kementerian Pertanian setelah menunggu sejak tahun 2022 lalu.

Dyah mengatakan bahwa penantian selama ini sudah dinanti selama hampir 3 tahun. Saat itu, Kutim belum pernah mendapatkan anggaran untuk pengadaan alat pertanian modern. Hanya di Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional (APBN) perubahan 2024 kemarin mereka mendapat kesempatan itu.

“Perjuangan kita untuk mendapatkan alat mesin pertanian model ini luar biasa dan tidak pernah dapat, makanya saya ngotot di APBN dan alhamdulillah kerja keras kita mendapatkan ini,” ucap Dyah.

Bantuan alat dan mesin pertanian modern senilai Rp15 miliar itu meliputi 6 unit traktor roda empat, 12 unit rotavator, 12 transplanter, 24 hand traktor, 10 unit pompa air ukuran besar dan 1 unit drone pertanian yang sedang dalam proses pengiriman.

Bantuan tersebut akan dibagikan ke enam brigade pangan, yaitu Brigade Pangan “Bengalon” (Kecamatan Bengalon), Brigade Pangan “Maju Bersama” (Kaliorang), Brigade Pangan “Maju Berkarya” (Kaubun), Brigade Pangan “Gumus Sejahtera” (Kaubun), Brigade Pangan “Nemai Urip” (Kongbeng), Brigade Pangan “Bravo Sejahtera” (Long Mesangat).

Dyah menegaskan bahwa tanpa dukungan alat modern, sulit bagi Kutim untuk mencapai target pertanian yang diinginkan dalam ketahanan pangan, karena itu merupakan salah satu prioritas utama dari kepemimpinan Bupati Ardiansyah Sulaiman dan Wakil Bupati Mahyunadi.

Diharapkan dengan bantuan ini proses bertani semakin efisien dan mempercepat untuk luas tanam. Meskipun begitu, alat-alat yang sudah didapatkan itu masih belum cukup untuk memperkuat ketahanan pangan, mengingat wilayah Kutim yang sangat luas.

“Harapan kita, bisa tambah lagi, entah dari anggaran mana. Yang penting kalau ada peluang, kita masuk saja,” pungkasnya. (TS)

Loading