Petani Kutim Dapat Panen Lebih Cepat Berkat Kolaborasi dan Alat Modern

kepala DTPHP Dyah dalam menyampaikan Oplam di halam kantornya

Portalkaltim.com, Kutai Timur – Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) Dyah Ratnaningrum, mengungkapkan bahwa lahan produktif di Kutim terus bertambah sekitar 1.200 hektare setiap tahunnya, Jumat (7/6/2025) Di kantor DTPHP. Capaian tersebut tentunya tidak lepas dari kerja sama dari pemerintah, petani, dan peternak.

Meski demikian, Dyah mengakui bahwa setiap wilayah memiliki kearifan lokal tersendiri yang memengaruhi kemampuan dalam Optimalisasi Lahan (Oplah).

“ada beberapa kearifan wilayah yang tidak bisa kita bisa kikis begitu saja. Contohnya teman-teman petani di Miau Baru” ucap Dyah.

Petani di Miau Baru, Kecamatan Kongbeng, hanya bisa menanam satu kali mengikuti musim tanam. Hal ini tentu berdampak pada lambatnya panen dibanding wilayah lain.

Untuk menangani hal tersebut, DTPHP menggandeng Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kutim dalam membantu untuk pengelolaan lahan seluas 100 hektare yang dimulai dari Desa Selangkau. Dyah menyambut baik kolaborasi tersebut, yang dinilainya dapat meningkatkan jumlah musim tanam.

“Biasanya petani dua kali musim tanam, dengan bantuan KNPI yang bergerak di satu musim tambahan, kita bisa capai tiga kali musim tatanam,” ujarnya.

Dukungan terhadap kolaborasi ini juga ditunjang oleh kesiapan sarana dan prasarana. Pemerintah daerah (Pemda) telah menyediakan pupuk, bibit, dan Alat Mesin Pertanian (Alsintan) modern yang didapatkan dari pemerintah pusat guna mempermudah proses bertani.

Adapun bantuan Alsintan yang telah diterima meliputi 6 unit traktor roda empat, 12 rotavator, 12 transplanter, 24 hand traktor, 10 unit pompa air ukuran besar, dan satu unit drone pertanian yang saat ini masih dalam proses pengiriman.

Dyah berharap dengan hadirnya Alsintan dan semangat kolaboratif, optimalisasi lahan di Kutim bisa terus ditingkatkan untuk memperkuat ketahanan pangan daerah. (TS)

Loading