Jadi Narasumber di STIENUS, Ardiansyah Sulaiman Dorong SDM Wujudkan Kutim Hebat 2045
Portalkaltim.com, Kutai Timur – Bupati Kabupaten Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman menjadi narasumber dalam kuliah umum bertajuk “Pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) Secara Inklusif, Membangun Potensi Lokal Tanpa Tertinggal” di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Nusantara Sangatta (STIENUS) pada Jumat (2/5/2025).

Dalam kesempatan itu, singkat, berisi dan berbobot, Ardiansyah menyampaikan terkait keselarasan antara tajuk tersebut dengan Visi Kutai Timur lima tahun ke depan, yakni Terwujudnya Kutai Timur Tangguh, Mandiri, dan Berdaya Saing.
Sebab untuk mewujudkan visi tersebut diperlukan pengembangan SDM secara inklusif. Tolak ukur dari terwujud lainnya sumber daya alam (SDA). SDA yang melimpah seperti di Kutim saat ini, diyakini Ardiansyah tidak akan habis walau ratusan tahun berlalu. Namun, apabila tidak diimbangi dengan SDM berkualitas, maka akan habis bagai ampas.
Kemudian, melihat bagaimana Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto ingin membawa 20 tahun ke depan harus menjadi Indonesia Emas. Tentu saja, disampaikan Ardiansyah, Indonesia Emas hanya bisa disongsong dengan SDM yang berkualitas.
“Dua hal tidak bisa dipisah. Waktu saya retreat di Magelang kita harus siapkan SDM yang mampu, diharapkan di 2045 sudah masuk pada 100 tahun Indonesia merdeka, sehingga harus menjadi Indonesia Emas,” tegasnya.
Dirinya menjelaskan bahwa saat ini pihaknya tengah menyiapkan Kutai Timur Hebat di 2045, sejalan dengan Indonesia Emas 2045. Politisi PKS itu memberikan catatan. Kutai Timur Hebat dapat diraih asalkan berjalan lurus dengan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD).
“Dalam 5 tahun masa pemerintahan, (Kutai Timur Hebat) menjadi sasaran yang akan terwujud tapi harus linier dengan RPJPD,” tekannya.
Untuk menyiapkan SDM, Ardiansyah mengatakan pihaknya memberikan fasilitas sekolah 13 tahun sejak PAUD sampai SMA secara gratis, memberikan seragam sekolah gratis, buku gratis, dan program Jemput Bola.
Salah satu kendala selama ini ketika generasi penerus bangsa dari Kutim hendak ditempa melalui pendidikan, banyak sekali alasan terkait seragam dan bukul yang mahal, sampai akses yang jauh ke sekolah. Melalui usaha tersebut, diharapkan tidak ada lagi alasan yang menghalangi bagi generasi Kutim tidak bersekolah.
“Kita sudah lakukan, dan bukan lagi alasan bagi orang tua dan anak, ‘kami ingin belajar tapi tidak punya fasilitas, tidak ada kemampuan, tidak ada sesuatu yang bisa diantarkan ke kelas’. Karena itu, pendidikan dan pembangunan SDM yang inklusif ini menjadi keniscayaan,” ujarnya.
Terakhir, orang nomor satu di Kutim ini meminta mahasiswa STIENUS mampu menjadi salah satu SDM berkualitas itu. Ia ingin, SDM terbaik dapat lahir dari kampus beralmamater merah ini.
Di sisi lain, Ketua STIENUS Amransyah mengucapkan rasa terima kasihnya kepada Bupati Kutim yang telah banyak membantu fasilitasi kampus tersebut. Beberapa fasilitas seperti laboratorium sampai ruang pertemuan adalah salah satu dari support Ardiansyah.
Terkait topik yang dibahas, Amransyah berharap mahasiswa dapat menjadi jembatan bagi keinginan pemerintah daerah terhadap pembangunan ke depan.
“Itulah salah satu topik ini sesuai dengan Mahasiswa pasca-sarjana kita ini bisa menjembatani apa yang diinginkan pemerintah daerah dengan pembangunan,” katanya.
Sebelum penyampaian materi, Ardiansyah menandatangani MoU bersama STIENUS. Kemudian, acara dilanjutkan dengan sesi diskusi bersama mahasiswa. (SH)
![]()







