Memperingati May Day, Pemkab Kutim Janji Perjuangkan Kesejahteraan Buruh

Serikat buruh berkumpul didepan kantor bupati Kutim

Portalkaltim.com Kutai Timur — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) memperingati Hari Buruh Internasional atau May Day di lapangan Kantor Kabupaten Kutai Timur (Kutim) pada Sabtu, (1/5/2025). Acara itu dihadiri oleh ratusan para buruh dan juga perusahaan-perusahaan yang berada di kutim, seperti Kaltim Prima Coal (KPC), PT. Pamapersada (PAMA) dll.

Wakil Bupati (Wabup) Kutim Mahyunadi, menyampaikan mengenai peran penting buruh bagi negara, termasuk buruh yang ada di Kutim.

Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi.
Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi.

“Tanpa buruh, dunia ini bisa kolaps. Oleh karena itu, Pemkab Kutim tidak boleh diam. Kami hadir untuk memastikan hak-hak buruh terlindungi,” ucap Mahyunadi.

Mahyunadi mengkritik perusahaan-perusahaan yang masih tidak memberikan hak para buruh secara penuh, seperti tidak memberikan gaji mereka secara tepat waktu, izin sakit bagi para buruh, tidak memberikan izin melahirkan bagi para suami yang ingin menemani proses persalinan istri mereka.

“Mungkin saja selama ini ada pekerja yang hak-haknya masih tidak dibayarkan oleh para perusahaan-perusahaan. Mungkin saja selama ini ada pekerja yang hak-hak nya juga dicuil-cuil oleh para mandor-mandor nakal. Yang sakit tidak diberikan hak untuk mengambil cuti. Yang istrinya mau melahirkan kalang kabut sendirian di rumah suaminya tidak dikasih izin untuk menemani suaminya untuk melahirkan,” Tegasnya

Ia juga menyampaikan bahwa Pemkab Kutim telah memberlakukan kebijakan rekrutmen tenaga kerja lokal sebesar 80 persen dan 20 persen dari luar daerah. Kebijakan tersebut memastikan putra daerah mendapat prioritas pekerjaan,

Selain itu, pekerja rentan juga sangat diperhatikan oleh Pemkab Kutim. Menurut data yang disampaikan, sebanyak 74 ribu pekerja rentan telah terdaftar dalam program asuransi ketenagakerjaan, dengan target mencapai 150 ribu peserta. Rekannya juga berupaya agar pekerja menerima kartu kesehatan ketenagakerjaan.

Pria berkelahiran Balikpapan itu mengajak semua buruh untuk terus menjalin komunikasi. Ia juga berjanji akan membuka ruang komunikasi selebar-lebarnya demi menciptakan kerja yang adil dan sejahtera. (TS)

Loading