Maksimalkan Investigasi, Pemprov Kaltim Ajukan Penutupan Sementara Jembatan Mahakam
Situasi RDP bersama DPRD Kaltim di Jalan Teuku Umar, Sungai Kunjang, Samarinda, pada Senin (28/4/2025). (Humas DPRD Kaltim)
Portalkaltim.com, Samarinda – Jembatan Mahakam I di Samarinda kembali mengalami insiden tabrakan oleh tongkang bermuatan batu bara, yang terjadi pada Sabtu (26/4/25).
Hal ini mengakibatkan tiang penopang fender jembatan tersebut mengalami pembengkokan. Padahal, sebelumnya sudah terjadi beberapa bulan lalu, tepatnya pada Minggu (16/2/25).
Menanggapi kejadian ini, Asisten Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Ujang Rachmad, menyampaikan bahwa Gubernur Kaltim, telah mengusulkan kepada Presiden Republik Indonesia untuk menutup sementara lalu lintas perairan di bawah Jembatan Mahakam I.
Usulan tersebut diajukan agar investigasi atas kerusakan jembatan bisa dilakukan secara menyeluruh tanpa gangguan lalu lintas kapal.
“Penutupan ini dimaksudkan untuk memberikan kesempatan kepada BBPJN melakukan investigasi,” ujar Ujang dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama DPRD Kaltim di Gedung E, Jalan Teuku Umar, Sungai Kunjang, Samarinda, Senin (28/4/25).
Pemprov Kaltim juga meminta kepada Kementerian Perhubungan untuk menginstruksikan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Samarinda agar segera menyusun SOP olah gerak kapal di bawah jembatan.
Selama masa investigasi, pemberian izin olah gerak kapal di area tersebut juga diminta dihentikan sementara.
Jika permintaan ini tidak dikabulkan, pihak Pemprov Kaltim meminta agar KSOP memberikan pernyataan tertulis dan bersedia bertanggung jawab secara mutlak apabila terjadi kembali insiden serupa.
Agar usulan penutupan sungai tersebut mendapat perhatian, Pemprov juga meminta DPRD Kaltim ikut bersurat kepada Presiden RI. Tujuannya adalah agar investigasi segera dapat dilakukan dan evaluasi tata kelola lalu lintas kapal di bawah jembatan bisa ditata ulang.
“Ini sikap tegas Pemprov Kaltim. Gubernur menyatakan bahwa kolong Jembatan Mahakam I harus segera disterilkan dari lalu lintas tongkang bermuatan berat,” tegas Ujang. (Rad/ADV/Diskominfo Kaltim)







