657 Motor Driver Go-jek Rusak Usai Isi BBM, Pertamina Dituntut Bertanggung Jawab
Portalkaltim.com, Samarinda – Sebanyak 657 motor driver Go-Jek di Samarinda dilaporkan rusak usai mengisi bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah Stasiun Bahan Bakar Umum (SPBU).
Mereka mendesak kejelasan hasil uji laboratorium dan bentuk pertanggungjawaban dari pihak terkait.
“Kalau BBM-nya terbukti bermasalah, tindak tegas SPBU nakal,” tegas Ketua Budgos, Ivan Jaya, Rabu (9/4/2025), dalam rapat dengar pendapat bersama DPRD Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) serta Pertamina di Gedung DPRD Kaltim.
Budgos mencatat, dari total 657 motor yang terdampak, sebanyak 138 belum bisa diperbaiki karena keterbatasan biaya.
Beberapa driver terpaksa berhenti bekerja, termasuk seorang ibu tunggal yang kini ditopang gotong royong sesama driver.
Sistem pelaporan berbasis WhatsApp digunakan Budgos untuk menghimpun bukti kerusakan, termasuk sampel BBM yang diambil langsung dari lapangan.
Biaya perbaikan disebut berkisar Rp250 ribu hingga Rp750 ribu, angka yang sangat membebani driver dengan penghasilan harian minim.
“Isi BBM full Rp50 ribu, tapi motor rusak. Rugi beli, rugi perbaiki,” kata Ivan.
Meski layanan pengaduan sudah dibuka, Ivan menyayangkan belum adanya tindak lanjut konkret dari Pertamina.
Ia juga menyebut kepercayaan para driver terhadap SPBU resmi kini menurun drastis.
“Banyak yang pindah isi di pom mini. Kami lelah menunggu kejelasan,” tutupnya.(SH)
![]()










