Target 2025: UMKM Tenggarong Seberang Siap Masuk Pasar Modern

Camat Tenggarong Seberang, Tego Yuwono.

KUKAR – Semangat pemberdayaan ekonomi lokal terus digaungkan dari Kecamatan Tenggarong Seberang. Camat Tego Yuwono memasang target ambisius untuk tahun 2025 yakni UMKM lokal bisa menembus pasar modern seperti jaringan minimarket nasional.

Dengan sekitar 6.000 pelaku UMKM tersebar di wilayahnya, Tego melihat potensi luar biasa yang harus digarap secara serius. Menurutnya, jika diberikan dukungan yang tepat, sektor ini mampu menjadi pendorong utama peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Fokus kami adalah membantu UMKM agar bisa naik kelas. Dengan pendampingan yang tepat, mereka tidak hanya bertahan tapi juga bisa bersaing di pasar lebih luas,” ujar Tego, Senin (10/3/2025).

Salah satu langkah nyata yang diambil adalah menjalin kolaborasi lintas sektor. Pihak kecamatan menggandeng Disperindag dan Diskop untuk membantu UMKM memenuhi standar legalitas dan kualitas produk, seperti izin halal, sertifikasi BPOM, dan kemasan yang menarik.

“Produk lokal kita punya kualitas. Tantangannya tinggal bagaimana memenuhi standar yang ditetapkan pasar modern. Dan itu yang kami bantu kawal,” jelas Tego.

Ia juga menegaskan, tidak ada alasan bagi pasar modern untuk menolak produk lokal jika semua persyaratan telah terpenuhi.

“Jika UMKM kita sudah siap dari sisi kualitas dan legalitas, maka mereka layak mendapatkan tempat di rak-rak ritel besar,” tambahnya.

Selain fokus pada akses pasar, promosi juga menjadi prioritas. Produk-produk UMKM akan diperkenalkan lebih luas kepada wisatawan serta tamu yang berkunjung ke Tenggarong Seberang. Langkah ini diharapkan membuka peluang pasar baru sekaligus membangun branding produk lokal.

Tego yakin, dengan sinergi antara pelaku usaha, pemerintah, dan dunia industri, produk-produk UMKM Tenggarong Seberang akan mampu bersaing bahkan di luar daerah.

Ia pun ingin menjadikan kecamatannya sebagai contoh sukses pengembangan ekonomi berbasis masyarakat.

“Tujuan akhirnya adalah menciptakan kemandirian ekonomi. Kami ingin masyarakat tidak hanya menjadi konsumen, tapi juga produsen yang kuat dan berdaya saing,” pungkas Tego.(ADV/KominfoKukar)