Sinergi Bumdes dan Gapoktan

Kepala Bidang Ketersediaan dan Kerawanan Pangan Dinas Ketapang Kukar, Evi Violidhan.

KUKAR – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ketahanan pangan dan mendorong kemandirian ekonomi desa.

Melalui Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang), bantuan berupa 10 ton padi disalurkan ke sejumlah kecamatan sebagai langkah awal optimalisasi lumbung padi yang dikelola oleh Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan).

Kepala Bidang Ketersediaan dan Kerawanan Pangan Dinas Ketapang Kukar, Evi Violidhan, menyebutkan bahwa bantuan tersebut diberikan sebagai modal awal untuk Gapoktan, agar mereka dapat mengelola lumbung padi secara lebih mandiri dan profesional.

“Bantuan 10 ton padi ini kami harapkan menjadi dorongan awal agar lumbung bisa berjalan efektif. Tapi yang paling penting adalah kolaborasi, terutama antara Gapoktan dan Bumdes sebagai penyokong permodalan,” ungkap Evi pada Rabu (5/3/2025).

Menurutnya, pengelolaan lumbung padi tak hanya soal logistik, tapi juga memerlukan semangat kewirausahaan dari petani dan kelembagaan desa. Jiwa usaha inilah yang nantinya akan mendorong kemandirian dan daya tahan ekonomi desa, terutama di sektor pangan.

Setiap tahun, Dinas Ketapang juga berkomitmen untuk terus menyuntikkan bantuan 10 ton Gabah ke lumbung-lumbung padi yang ada. Hal ini menjadi bentuk cadangan yang sangat penting, terutama jika terjadi gagal panen atau krisis pasokan pangan.

“Dengan mekanisme ini, Gapoktan bisa memanfaatkan gabah saat kekurangan, dan mengembalikannya sebagai modal bergulir di masa depan. Sistem ini kami rancang agar berkelanjutan dan menguntungkan petani,” jelas Evi.

Program ini diharapkan tidak hanya memperkuat ketahanan pangan daerah, tapi juga menjadi fondasi kokoh dalam meningkatkan perekonomian masyarakat pedesaan.

“Harapannya, desa-desa di Kukar bisa mandiri, tidak hanya dari sisi pangan tapi juga dalam hal pendapatan warganya. Inilah bentuk pembangunan yang benar-benar menyentuh akar rumput,” tutup Evi.(ADV/KominfoKukar)