Hari Pertama Efektif Bekerja, Pemprov Kaltim Rapim Bahas Proker dan Gratispol
Portalkaltim, Samarinda – Gubernur Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas’ud dan Wakil Gubernur (Wagub) Provinsi Kaltim Seno Aji telah efektif bertugas pada Senin (3/3/2025).
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim sudah produktif di tengah jalannya ibadah puasa hari ketiga 1446 Hijriah, dengan melakukan Rapat Pimpinan (Rapim) terkait program kerja (proker) bersama seluruh kepala dinas beserta jajaran, dan perwakilan dari instansi vertikal beserta jajaran, yang dilakukan di Ruang Ruhui Rahayu, Kantor Gubernur Kaltim.
Bahkan sebelumnya, untuk menambah khidmat bertugas, keduanya disambut dengan tradisi Tapung Tawar. Dalam prosesi ini, tepung beras dicampur dengan air, kemudian dipercik kepada mereka yang tengah menjalani prosesi. Ini melambangkan rasa kegembiraan dan syukur atas keberhasilan, serta terkabulnya hajat Rudy-Seno memimpin Kaltim periode 2025-2030.
Ditemui saat wawancara, didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kaltim Sri Wahyuni, Rudy menyampaikan tugas hari pertama penuh dengan tantangan dan konsekuensinya. Di dalam rapim dibahas mengenai leadership atau kepemimpinan wajib dimiliki untuk mengemban tugas dan amanah dari masyarakat di setiap organisasi perangkat daerah (OPD).
Kaltim yang saat ini menjadi topik global karena hadirnya Ibu Kota Nusantara (IKN), harus siap dengan segala tantangan. Dikatakan Rudy, Kaltim memerlukan akselerasi untuk bergerak bergabung bersama jajaran kota atau negara paling ramai pelancong.
“Kita akselerasi berdasarkan media daei Inggris bahwa 10 negara yang didatangi turis paling banyak di Asia itu Thailand, sementara, Jakarta urutan ke urutan 29. Kaltim nomor berapa kalau tidak akselerasi? Kapan Kaltim dikunjungi seluruh dunia tahap pengenalan?,” tegas politisi Golkar itu.
Terkait program terkenal miliknya, yakni Gratispol dan Jospol, Rudy mengaku akan bertahap memulai program tersebut di tahun 2025. Walau digempur efisiensi anggaran oleh perintah Presiden RI Prabowo Subianto, dirinya optimis melaksanakan seluruh janji kampanyenya.
“Program tidak terpengaruh (efisiensi), sesuai dengan Asta Cita Bapak Presiden, meningkatkan pendidikan kesehatan infrastruktur agar bisa meningkatkan hilirisasi,” jelasnya.
Kendati demikian, efisiensi anggaran tentu tetap berpengaruh di Kaltim. Salah satu yang tersentuh adalah perjalanan dinas dan lokasi penyelenggaraan event di pemerintahan. Nantinya, perjalanan dinas akan dikurangi. Begitu pula tempat kegiatan, yang lebih banyak di kantor maupun gedung milik pemerintah dan bukan lagi hotel maupun cafe seperti sebelumnya.
“Efisiensi kita jalankan, tidak ada rapat di hotel, tapi di kantor milik pemprov (pemerintah provinsi), perjalanan dinas 50-70 persen kita efektifkan,” tukas Rudy. (SH)
![]()







