Camat Kota Bangun Darat Soroti Kondisi Jalan yang Belum Sepenuhnya Selesai

Camat Kota Bangun Darat, Julkifli (dok.Selajur)

KUKAR – Kondisi jalan yang belum optimal ini menjadi tantangan bagi pemerintah dan masyarakat setempat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Seperti halnya jalan menuju kantor Camat Kota Bangun Darat di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) saat ini mengalami peningkatan, namun masih menyisakan beberapa kendala.

Salah satu titik yang memerlukan perhatian adalah jalan dari Sedulang menuju Kedang Ipil sepanjang 1 kilometer yang masih dalam kondisi kurang baik dan belum mengalami proses semenisasi.

Camat Kota Bangun Darat, Julkifli, menyatakan bahwa masalah terbesar adalah jalan dari Wonosari menuju Kedang Ipil sepanjang 6 kilometer yang masih belum diperbaiki.

Meskipun akses jalan menuju kantor Camat Kota Bangun Darat sudah lebih baik, masih ada beberapa kendala yang harus dihadapi. Jalan dari Sedulang menuju Kedang Ipil sepanjang 1 kilometer masih kurang bagus dan belum tersemenisasi.

“Jika hujan, akses jalan ini tidak bisa dilewati sehingga warga harus memutar lewat jalan poros utama yang memakan waktu hampir satu jam lebih lama,” terang Julkifli, pada Pada Minggu (2/3/2025).

Dalam Musrenbang 2025, perbaikan jalan ini menjadi salah satu prioritas utama untuk memudahkan akses warga di lima desa yang menghubungkan Kota Bangun Darat. Zulkifli juga menekankan pentingnya perbaikan akses jalan ini untuk mendukung aktivitas masyarakat dan perekonomian di wilayah tersebut.

“Kami berharap perbaikan jalan ini dapat segera direalisasikan agar warga dapat beraktivitas dengan lancar tanpa terganggu oleh kondisi jalan yang rusak,” tutupnya.

Upaya perbaikan jalan ini akan terus dipantau oleh pemerintah setempat untuk memastikan pelaksanaan yang tepat waktu dan berkualitas. Zulkifli juga mengungkapkan bahwa akses jalan ini membutuhkan perhatian lebih, sebab sangat menyulitkan masyarakat untuk datang ke Kantor Camat Kota Bangun Darat, terlebih di kala hujan turun.

“Lebih parah malah ketika hujan, masyarakat haru ambil jalan alternatif. harapan kami ini dapat perhatian lebih dari kabupaten,” pungkasnya. (ADV/KominfoKukar)