Rendahnya Realisasi Anggaran Kutim 2024, Yan Khawatir Silpa Membengkak

Kutai Timur – Anggota Komisi D DPRD Kutai Timur, Yan, menyampaikan kekhawatirannya terkait potensi membengkaknya sisa lebih pembiayaan anggaran (Silpa) pada tahun 2024. Hingga November, realisasi anggaran murni APBD Kutim baru mencapai 29%, meski alokasi anggaran tahun ini sudah mengalami peningkatan signifikan.

Menurut Yan, Silpa tahun 2023 yang mencapai Rp4 triliun ikut dimasukkan dalam APBD 2024, tetapi lambatnya realisasi membuat sisa anggaran diperkirakan kembali besar. “Silpa tahun lalu masuk ke tahun ini, namun hingga bulan November anggaran belum habis. Saya perkirakan serapan hanya mencapai 60% di akhir tahun,” ujar Yan, Jumat (29/11/2024).

Yan menyoroti penyebab lambatnya serapan, termasuk pencairan anggaran yang baru dilakukan pada Maret, seperti untuk gaji pegawai dan anggota DPRD. Selain itu, pelaksanaan proyek baru dimulai Juni, sehingga waktu pengerjaan menjadi terbatas. Hal ini, menurutnya, mencerminkan kurang optimalnya perencanaan.

“Proyek seharusnya bisa dimulai lebih awal. Perencanaan yang tidak matang menghambat optimalisasi serapan anggaran. Ke depan, ini harus dievaluasi agar Silpa tidak terus membengkak,” tegas Yan.

Ia berharap pemerintah daerah segera melakukan pembenahan dalam pengelolaan anggaran, baik dari sisi perencanaan maupun pelaksanaannya. Menurutnya, pengelolaan anggaran yang tepat waktu dan tepat sasaran akan memberi dampak nyata bagi pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat. (SH/ADV)

Loading