Anggota DPRD Kutai Timur, Hj. Uci, Tekankan Pentingnya Sosialisasi dan Perlindungan Anak dari Kekerasan Seksual

Kutai Timur – Anggota Komisi D DPRD Kutai Timur, Hj. Uci, menekankan pentingnya penyuluhan yang tepat sasaran dalam usaha melindungi anak-anak dari kekerasan seksual.

Uci menyarankan agar anak-anak diberi pendekatan yang membuat mereka merasa aman untuk melapor jika mereka menjadi korban kekerasan. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan menghadirkan konselor yang memiliki kemampuan untuk memberikan dukungan emosional kepada anak-anak.

“Anak-anak harus merasa terlindungi dan nyaman untuk melaporkan jika mereka menjadi korban kekerasan. Untuk itu, sangat penting kita memiliki konselor yang bisa memberikan pendekatan yang tepat agar anak-anak tidak merasa terintimidasi atau takut untuk berbicara,” ujar Uci saat ditemui di ruang kerjanya pada Selasa (7/11/2024).

Politisi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini juga menegaskan bahwa, selain memberikan pemahaman tentang pentingnya melindungi diri, anak-anak juga perlu diberikan pengetahuan untuk menghindari situasi yang berpotensi menimbulkan kekerasan seksual.

Ia menyebutkan, salah satu masalah yang semakin meningkat adalah banyaknya pelaku kejahatan yang menargetkan anak-anak melalui media sosial.

“Sekarang banyak anak-anak yang terjerat pelaku kejahatan melalui media sosial. Oleh karena itu, literasi digital menjadi sangat penting dalam upaya perlindungan sosial. Anak-anak harus diajari cara menggunakan teknologi secara bijak dan bagaimana menghindari bahaya dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab,” tambah Uci.

Selain itu, Uci mendorong pendirian tempat perlindungan bagi korban kekerasan seksual, yang dapat menjadi fasilitas pendampingan dan rehabilitasi bagi mereka yang telah mengalami trauma.

Ia menilai bahwa program pendampingan bagi korban harus dirancang dengan baik, efektif, dan berkelanjutan agar dapat mendukung proses pemulihan korban.

“Pemerintah harus menyediakan layanan rehabilitasi psikologis yang mudah diakses dan tanpa biaya bagi korban kekerasan seksual. Hal ini sangat penting agar mereka bisa melanjutkan kehidupan dengan lebih baik setelah mengalami perlakuan yang tidak manusiawi. Masa depan mereka masih panjang, dan kita harus memberikan kesempatan bagi mereka untuk sembuh dan bangkit,” tegasnya.

Menurutnya, langkah-langkah perlindungan seperti ini perlu dilakukan secara menyeluruh, mulai dari penyuluhan yang melibatkan seluruh elemen masyarakat hingga penyediaan layanan pendampingan yang mudah diakses.

Uci juga menekankan bahwa peran orang tua, sekolah, dan masyarakat sangat penting dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi anak-anak.

“Pendidikan dan kesadaran tentang kekerasan seksual harus dimulai sejak dini, baik di rumah, di sekolah, maupun di lingkungan masyarakat. Semua pihak harus bekerja sama untuk menciptakan ruang yang aman bagi anak-anak,” kata Uci.

Sebagai anggota DPRD, Uci berkomitmen untuk terus mendorong kebijakan yang mendukung perlindungan terhadap anak-anak dan perempuan.

Ia berharap bahwa melalui upaya bersama, Kutai Timur bisa menjadi daerah yang lebih aman bagi generasi muda, dengan mencegah kekerasan seksual dan memberikan dukungan penuh bagi para korban.

“Perlindungan terhadap anak-anak dan perempuan harus menjadi prioritas kita semua. Kami di DPRD Kutim akan terus mendukung kebijakan yang memperkuat perlindungan sosial dan memastikan setiap korban kekerasan mendapatkan pemulihan yang layak,” tutupnya.(SH/ADV)

Loading