Dukung Desa Mandiri, Pemkab Kutim Alokasikan Anggaran untuk Program Pembangunan Berkelanjutan

Kutai Timur – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) terus berkomitmen untuk mewujudkan pembangunan yang merata dan berkelanjutan di seluruh wilayah, termasuk di desa-desa pelosok. Pemkab Kutim menyadari pentingnya memperhatikan perkembangan desa untuk mencapai kemajuan yang inklusif.

Kepala Bagian Tata Pemerintahan Sekretariat Kabupaten Kutai Timur, Trisno, dalam wawancaranya mengungkapkan bahwa Pemkab Kutim saat ini tengah menjalankan program pembangunan desa berkelanjutan. Program ini dirancang untuk menjadikan setiap desa sebagai pusat pengembangan objek strategis yang dapat unggul dan mandiri dalam jangka waktu sepuluh tahun.

“Program pembangunan desa berkelanjutan ini bertujuan untuk menciptakan desa yang dapat membangun objek strategis yang bisa diunggulkan dan mendukung kemandirian desa dalam sepuluh tahun mendatang,” ujar Trisno.

Trisno menjelaskan bahwa program ini memiliki dua target utama. Target pertama adalah penguatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) agar desa dapat menjadi mandiri. Sementara itu, target kedua adalah penguatan ekonomi kerakyatan yang akan memperkuat perekonomian desa secara berkelanjutan.

“Program ini memiliki dua fokus utama. Pertama, penguatan APBDes agar desa dapat menjadi mandiri, dan kedua, penguatan ekonomi kerakyatan yang bertujuan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat desa,” tambah Trisno.

Untuk memastikan program ini sesuai dengan kebutuhan masyarakat, Pemkab Kutim melibatkan berbagai pemangku kepentingan dalam perencanaan. Trisno menyebutkan bahwa pihaknya telah mengundang kepala desa, perangkat desa, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (ADAP), Karang Taruna, serta kepala dusun dan kepala RT untuk memberikan usulan dan masukan mengenai visi dan harapan mereka untuk desa masing-masing dalam kurun waktu sepuluh tahun mendatang.

“Kami melibatkan seluruh unsur pemangku kepentingan di desa, mulai dari kepala desa, perangkat desa, hingga masyarakat, agar usulan yang dihasilkan benar-benar mencerminkan kebutuhan masyarakat dan orientasi mereka untuk masa depan desa mereka,” ungkap Trisno.

Melalui pendekatan partisipatif ini, Pemkab Kutim berharap dapat menciptakan rencana pembangunan yang tepat sasaran dan memberi dampak positif yang nyata bagi kemajuan desa-desa di Kutai Timur dalam jangka panjang.ADV

Loading


Warning: Attempt to read property "term_id" on false in /home/porn5411/public_html/wp-content/themes/umparanwp/widget/widget-collection.php on line 7