Bupati Kutim Hadiri Dan Resmikan Acara Halal Bihalal Akbar KKSS Kutim
SANGATTA – Bupati Kutai Timur Drs. H. Ardiansyah Sulaiman, M.Si. baru saja membuka sekaligus memberi sambutan pada acara halal bihalal akbar yang diadakan BPD Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan yang diadakan di Ruang Akasia Gedung Serba Guna Bukit Pelangi pada 11 Mei kemarin.
Selain para tokoh KKSS, acara halal bihalal akbar tersebut turut juga dihadiri oleh sejumlah tokoh, yaitu mantan Gubernur Kaltim Haji Isran Noor, Mantan Wakil Ketua DPR RI Mahyuddin, Wakil Ketua DPRD Kutim Arfan, Anggota DPRD Kaltim Agus Aras, mantan ketua DPRD Kutim Mahyunadi, beserta tokoh-tokoh penting lainnya.
Ia pun mengawali sambutannya dengan sebuah pantun. “Kemudian mohon maaf, Membeli map di toko sepatu, Mohon maaf tidak bisa saya sebutkan satu persatu,” ujarnya.
“Pertama-tama mari kita panjatkan puji dan syukur kehadiran Allah Subhanahuwata’ala. Pada pagi hari ini kita bersama-sama menghadiri Halal bihalal akbar Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan Kutai Timur,” buka Ardiansyah.
Ia juga melanjutkan, “Meskipun pada saat ini kita sudah berada di tanggal 2 Zulkaidah 1445 Hijriah. Sudah melewati Syawal 2 hari. Namun istilah Halal bihalal Dan Syulatur Rahim tidak ada waktu yang membatasi,” katanya.
Sehingga dalam kesempatan tersebut, secara pribadi, keluarga dan atas nama Pemerintah Kutai Timur, Ia menyampaikan ucapan Minal a’idin wal fa’idin Taqabbalallahu minna wa minkum.
“Juga hadir para pejabat Pemerintah Kutai Timur. Ini hadir juga Kepala Dinas Sosial, Kepala Dinas Kesehatan Juga hadir Direktur Utama PDAM,” sambungnya.
Menurut Bupati Kutim, kegiatan hari ini
Sungguh luar biasa karena telah menyampaikan bahwa menyambung silaturrahim itu adalah perintah Rasulullah. Menyambung silaturahim
Itu adalah syariat agama Islam. Dan juga Menyambung silaturahim itu adalah perintah agama.
Ia juga menekankan sebagaimana disampaikan pada sesi pembacaan doa oleh Qoriah di ayat yang kedua, yaitu bacakan bahwa terdapat kalimat memaafkan sesama manusia. “Saling memaafkan itu adalah makna mendalam daripada silaturahim,” ulang beliau.
“Oleh karenanya pada hari ini semua kita niatkan untuk saling mengikhlaskan satu sama lain. Sehingga betul-betul saat kita selesai menjalankan ibadah puasa maka sebagaimana kata-kata Idul fitri kembali kepada fitrah, kesucian,” tuturnya.ADV
![]()










